Posted by & filed under Budaya, Pembangunan, Pendidikan.

Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas mengikuti Workshop Revitalisasi Desa Adat yang di gelar oleh Kemdikbud RI di Hotel Millenium Jakarta pada hari senin (5/10/2015).

Kemarin tepatnya hari minggu malam desa kalisalak mengirim 4 orang ke jakarta untuk mengikuti Workshop Desa Adat 2015 yaitu Bapak Bachtiar, Bapak Ilham Triono, Bapak Karsam dan Bapak Supriyono.
Direktur Direktorat PKT, Sri Hartini Mewakili Dirjen Kebudayaan hadir membuka workshop. Dalam sambutannya, Sri menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan yang direncanakan akan berlangsung hingga Jum’at (7/10) mendatang tersebut.
“Program Fasilitas Revitalisasi Desa Adat tahun ini telah memasuki tahun ketiga. Melalui kegiatan ini, Kemdikbud akan menyalurkan kembali dan merevitalisasi desa adat demi kepentingan desa dan perkembangan kebudayaan di berbagai daerah di Indonesia “, paparnya.
Tahun Pertama yakni di Tahun 2013, lanjutnya, terdapat sekitar 7 desa adat yang difasilitasi. “Tahun 2014 meningkat menjadi 15 desa adat, dan tahun ini, 2015 lonjakannya luar biasa, yaitu terdapat 130 desa adat yang mendaftarkan diri untuk direvitalisasi, ” Sri melanjutkan.
Kendati demikian, 130 desa adat yang menjadi peserta revitalisasi ini tidak serta merta dapat lolos verifikasi. “Workshop ini akan menentukan bahwa 130 desa adat itu akan lolos atau tidak,” ungkapnya.
Dalam rangkaian Workshop nantinya, peserta akan menerima materi dan pengumpulan data masing-masing daerah. Data yang terkumpul kemudian akan dilakukan penyeleksian oleh tim verifikator. Jika dinyatakan lolos administrasi, desa tersebut baru akan menandatangani kontrak dengan tim penyeleksi dan Kemdikbud.
“Meski dilakukan verifikasi, namun saya berharap dari 130 calon penerima fasilitasi desa adat semuanya dapat lolos untuk melanjutkan program ini,” tukas Sri.
Revitalisasi Desa Adat merupakan fasilitasi bantuan sosial yang diberikan langsung pada pelestari budaya masyarakat setempat. Pelestari budaya yang dimaksud adalah masyarakat desa adat yang melestarikan (perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan) nilai, norma dan aturan (tradisi) yang berlaku dalam kehidupan masyarakat pendukungnya, serta sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas desa-desa adat tersebut.
Revitalisasi desa adat merupakan kegiatan yang didesain dengan melibatkan peran aktif masyarakat sebagai pemangku kebudayaan setempat. Pemerintah dalam hal ini memberikan dukungan agar desa-desa adat tersebut dapat terus memelihara kebudayaan dalam bentuk pengetahuan, perilaku, dan artefak budaya.
Kegiatan Revitalisasi Desa Adat telah melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai dari verifikasi lapangan, penetapan penerima fasilitasi dan berikutnya yang akan dilaksanakan adalah workshop bagi penerima fasilitasi revitalisasi desa adat.
Workshop ini bertujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman kepada ketua desa adat, verifikator dan koordinator kegiatan Revitalisasi Desa Adat tentang pelaksanaan, penggunaan dana bantuan sosial, terkait dengan proses yang tertuang dalam petunjuk teknis fasilitasi komunitas budaya,perpajakan dan pelaporan.sumber (http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)
 Ternayta desa kalisalak sebelumnya sudah pernah mengikuti workshop Revitalisasi Desa Adat, terbukti sekarang desa kalisalak sedang membangun rumah adat,tepatnya di sebelah barat Lapangan Desa Kalisalak.
Pembangunan rumah adat desa kalisalak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *